Tradisi Warga Bajeman Gelar Rokat Buju’ Lengtengel



Antusias warga Bajeman Tragah Bangkalan dalam memperingati  Rokat Buju’.  Pagi-pagi sekali pada Jumat (20/12/2019) warga desa Bajeman berbondong-bondong menuju Buju’ Lengtengel. Buju’ lengtengel merupakan makam dari sesepuh desa Bajeman yang mempunyai nama asli Abdur Rohman. Lengtengel merupakan bahasa madura yang berarti tuna rungu.

Salah satu perangkat desa setempat, Abu, mengatakan Julukan itu diberikan karena beliau dikenal dengan seseorang yang tidak mendengarkan hal-hal lain selain adzan dan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran. 



Diperingatinya rokat buju’ untuk mengenang sesepuh desa Bajeman. Beberapa  warga  mempercayai bahwa rokat buju’ memberikan harapan kepada warga desa  khususnya petani,  supaya  hasil panen yang dihasilkan melimpah dan terhindar dari bencana alam. “ini merupakan tradisi orang Bajeman, semoga panennya dapat banyak dan terhindar dari angin” seru salah satu warga.

Rokat buju’ dilakukan setiap tahunnya  setelah bulan maulid pada hari jumat wage. Kegiatan diisi dengan tahlil bersama dan tukar menukar makanan. Makanan yang dibawapun beragam, tanpa patokan harga dan semampunya. Kesederhanaan acara tersebut membawa kebahagiaan sendiri untuk masyarakat setempat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar