Mengajar Paud Taman Posyandu

Kelompok KKN 38 Universitas Trunojoyo Madura mengajar Paud Taman Posyandu untuk ikut berpartisipasi dalam mendidik anak-anak di Desa Bajeman. Dilaksanakan setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis pukul 16:00 wib. Anak-anak yang belajar di paud tersebut mulai usia 1 tahun hingga 6 tahun. Paud tersebut dikelola atau didirikan oleh kelompok PKK ibu-ibu Desa Bajeman.


Anak-anak sangat antusias sekali dalam belajar dengan didampingin orang tuanya. Dengan adanya program ini bertujuan untuk menciptakan generasi unggul. Pembelajaran ini dapat membantu anak anak untuk bermain sambil belajar dan sekaligus melatih aspek perkembangan sejak dini.


Belajar Mengaji Bersama anak-anak Dusun Bangbatoh




Kegiatan belajar mengaji di Masjid Al-Khaliliyah yang dilakukan oleh mahasiswa KKN 38 berlangsung setiap hari pukul 18:00 setelah sholat maghrib berjamaah. Kegiatan ini merupakan wujud antusias teman teman KKN 38. Belajar mengaji dengan metode bil qolam, metode ini berbeda dengan cara mengajar ngaji pada umumnya yakni sebuah metode panduan praktis belajar membaca Al Quran dengan susunan kata-kata arabi yang dimulai dengan bunyi huruf mulai dari satu huruf, dua huruf dan tiga huruf sampai pada satu kata bahkan satu ayat.



Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan dan membangun generasi yang  qurani. Kegiatan ini dilakukan dengan metode talqin (guru/mentor menuntun anak-anak didiknya atau memberi contoh), ittiba’ (anak-anak dididik menirukan guru), ‘urdhoh (drill/ pengulangan bacaan). Media yang digunakan dalam program ini adalah Al-Qur'an.


KKN Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura di Desa Bajeman Kecamatan Trageh, Bangkalan

Bajeman adalah satu Desa yang terletak di wilayah Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Madura Jawa Timur.





Sejarah desa Bajeman masih simpang siur belum ada sejarah yang tertulis mengenai desa Bajeman ini. Menurut tokoh-tokoh masyarakat di desa Bajeman, Kata Bajeman memiliki 2 makna, yang pertama Bayem yang artinya Sayur Bayam dan yang kedua adalah Bajem yang artinya sakti.

Pada zaman Kerajaan Bangkalan, kesaktian di daerah Tragah berpusat di desa Bajeman tepatnya di dusun Tanjung. Kesaktian-kesaktian tersebut berupa keris, cincin dan sebagainya. Selain benda-benda sakti tersebut, di desa Bajeman juga terdapat mata air yang bisa memberikan khasiat bagi yang meminumnya, yaitu memiliki kesaktian/kekebalan hidup. Mata air ini muncul ketika siang hari sekitar pukul 12.00 pada musim kemarau, tetapi tidak setiap hari.  




Untuk memenuhi tugas kuliah Mahasiswa dari Universitas Trunojoyo Madura melakukan program KKN yang bertempat di Desa Bajeman Kecamatan Tragah, Bangkalan. Dimulai tanggal 16 Desember 2019 sampai dengan 10 Januari 2020. Yang bertemakan "Peningkatan Daya Saing Masyarakat Madura Berbasis Kearifan Lokal".